Siap-siap, Raja Ampat Segera Buka Manta Point Di Arborek

By | March 19, 2017

BANDUNG, KOMPAS.com – Keberadaan ikan pari manta di Raja Ampat, Papua Barat menjadi salah sesuatu daya tarik wisata bawah laut di wilayah seribu pulau itu.

Mengamati pari manta dari kedalaman laut menjadi peluang bagi mendongkrak kunjungan wisatawan ke Raja Ampat.

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berencana membuat wilayah khusus bagi memantau pari manta di Manta Shandy, Arborek.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo mengatakan, Raja Ampat sangat spesial buat pecinta pari manta. Pasalnya, Raja Ampat yaitu satu-satunya wilayah di mana beberapa macam pari manta dapat hidup bersamaan.

“Di Raja Ampat itu kan manta salah sesuatu atraksi yg dicari wisatawan, karena hasil penelitian kelautan dunia beberapa macam manta ada di Raja Ampat hidup bersamaan. Dari sisi potensi di Raja Ampat hasil riset memang ada, seperti di Laguna Wayag tempat bertelur dan berkembang biak manta,” ucap Yusdi ketika ditemui Kompas.com di Waisai, dua waktu lalu.

(BACA: Berlibur ke Raja Ampat Memang Mahal, tetapi Anda Tak Akan Menyesal…)

Namun, wisatawan dipastikan tidak dapat sembarangan menyelam karena pemerintah bakal memberlakukan aturan ketat, salah satunya batasan kunjungan.

“Orang banyak yg masuk karena penasaran akhirnya jadi ramai. Kita takutnya (ikan pari manta) mulai terganggu dan dapat saja manta pindah,” ujarnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Desa wisata Arborek di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Luas pulau berpasir putih dan dipenuhi homestay ini hanya 6 hektar. Desa Arborek pernah meraih juara sesuatu sebagai Kampung Wisata Terbaik se Papua Barat. Berjalan kaki sepanjang pantai atau memasuki perkampungan sangat disukai wisatawan.

Berdasar kekhawatiran itu, pemerintah setempat mulai membentuk kelompok kerja pari manta yg melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

“Maka kami pemerintah bekerja sama dengan NGO Manta di dunia kami membentuk kelompok kerja manta. Terdiri pemerintah, NGO manta, dan masyarakat bekerja sama buat mengelola tempat percontohan di Manta Sandy, agar mampu berjalan dengan baik dan sustainable,” ungkapnya.

Saat ini, Pemkab Raja Ampat masih membangun pos buat para pemantau pari manta sekaligus melakukan pelatihan terhadap masyarakat yg terlibat.

“Itu pilot project, kami sedang bangun pos pengelolaan manta dan melakukan pelatihan buat masyarakat yg disebut kader manta. Jika terwujud ini mulai jadi yg pertama di Indonesia. Sekarang sedang melengkapi peralatannya dan mulai langsung di-launching,” tambah Yusdi.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *