Seberapa “Pede” Tata Pada Pikap Xenon ?

By | March 17, 2017

Bogor, KompasOtomotif – Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) resmi memasarkan model barunya di segmen pikap kabin ganda, Xenon XT D-Cab 4×4. Meski sudan didahului oleh dua kompetitor, merek India ini masih yakin diri.

Menyasar market komersial, dengan medan jalan yg umumnya ekstrim dan jam penggunaan di luar kebiasaan, menuntut mobil-mobil di segmen ini memiliki ketangguhan, terutama dari sisi performa. Inilah yg membuat TMDI berani memasukkan produknya di sini.

Mohamad Arief Budiman, Technical Trainer (TMDI) sedikit memberikan pemaparan terkait dengan kelebihan yg dimiliki Xenon dibanding model yang lain yg telah eksis terlebih lalu di pasar, seperti Mitsubishi Triton, Isuzu D-Max, dan Ranger.

“Seperti aku katakan, kalau dari sisi performa, mesin 2.200cc Tata, spesifikasinya telah paling tinggi, dibanding dengan kompetitor. Bahkan mampu hampir menyamai mobil dengan mesin yg memiliki ukuran 2.5L,” ujar Arief, Selasa (14/3/2017).

Arief melanjutkan, Xenon diklaim memiliki tenaga dan torsi lebih tinggi, di mana akan dari 1.000 rpm, torsi telah melejit ke 223 Nm. Lebih dari itu, torsinya juga flat, di mana pada 1.500-3.000 rpm, ditorsi maksimum ada di 320 Nm (torsi flat).

“Torsi flat ini memudahkan juga bagi pengemudi, agar kaki tak kualahan buat menjaga pedal gas di rpm tertentu,” ujar Arief.

Kalau lebih detail lagi, tutur Arief, mesin Xenon 2.200cc milik desain 85×96 (bore dan stroke), dengan stroke lebih panjang. Selisih angka yg lebih jauh ini, membuat Xenon memiliki torsi yg lebih besar. “Dalam hal ini, tiap pabrikan memiliki desain masing-masing,” tutur Arief.

Kelebihan lainnya tiba dari komponen girboks G76. Istimewanya, ini yaitu macam yg tipe perkaitan giginya synchromesh (perpindahan gigi halus), baik buat gigi maju maupun mundur. “Kalau kompetitor umumnya cuma maju saja, mundurnnya tidak, dia pasti masih ada efek bunyi, kalau ini telah sangat halus,” tutur Arief.

Lalu ada juga sistem shift on fly, di mana saat pengemudi ingin barganti dari posisi 2H ke 4H, mobil tak perlu lagi berhenti, dan segera mampu dikerjakan sembari jalan, kecuali saat mulai berpindah ke 4L. Jadi tak membuang waktu saat mobil sedang beroperasi.

Pada komponen gardan, telah dilengkapi dengan LSD (limited slip differential). Fungsinya, saat salah sesuatu rodanya masuk lumpur, dan roda satunya terbebsa, tak perlu memakai 4WD bagi mengeluarkan kendaraan, cukup injak saja pedal gas, nanti LSD yg otomatis mengunci atau istilahnya diff-lock, dan mulai menyamakan putaran roda yg tidak terjebak lumpur.

“Terakhir baru kemudian dari sisi handling, di mana Xenon memiliki tingkat pengendalian yg telah memiliki teknologi khusus. Sehingga, buat berkendara di medan non-aspal, getaran roda mampu diredam, dan tak sampai merambat ke setir,” kata Arief.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *