Rica Rica Entok Ala Demak, Kuliner Sehat, Harga Bersahabat

By | March 13, 2017

DEMAK, KOMPAS.com –  Bebek muscovy atau yg dapat kalian sebut dengan entok, itik manila ataupun itik serati yaitu macam unggas yg tidak jarang kalian jumpai di Indonesia. Binatang yg cara berjalannya unik ini, biasanya mencari makan di sekitar saluran air, sungai dan persawahan.

Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, unggas ini sangat gampang ditemukan, sebab secara geografis, Demak terletak di dataran rendah. Sebagian besar wilayahnya berupa persawahan dan sungai sungai dan saluran irigasi juga banyak kami temui di kota bersejarah ini.

Kondisi daerah tersebut, tentu saja tepat sebagai habitat alami mentok atau entok atau muscovy. Mentok hampir sama dengan bebek namun entok ini memiliki postur badan yg lebih besar.

Daging muscovy atau entok ini sangat lembut. Tetapi, seperti macam yang lain dari daging bebek, daging entok memiliki kandungan protein, lemak karbohidrat dan zat besi.

Sebenarnya, seandainya dibandingkan dengan daging ayam yg biasanya dipelihara dan disuntik dengan berbagai bahan kimia, daging mentok jauh lebih sehat karena cara hidupnya yg liar dan tidak kenal dengan rekayasa pembesaran dengan obat-obatan.

Tetapi karena di pasaran daging ayam yg bersiap diolah lebih banyak, maka konsumen lebih mengenal makanan olahan ayam.

(BACA: Gurihnya Bakso Kerbau Beranak di Kota Demak)

Daging bebek manila atau muscovy duck, pada akhirnya dimanfaatkan oleh dua para pemilik warung spesial olahan daging mentok di dua pelosok Demak.

Salah sesuatu gerai makanan yg melestarikan olahan mentok adalah warung Ndeso punya Ngatinah (50).

Di warung sederhana yg terletak di jalan raya Gajah-Geneng Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak itu, kalian dapat mencicipi aneka kuliner berbahan dasar entok.

Anda yg suka masakan pedas dapat memilih rica-rica entok. Entok goreng juga mampu menjadi pilihan yg tepat dengan ditemani sambel dan aneka sayur seperti sayur asem,  bening,  atau sayur lodeh.

Masakan berkuah juga tersedia berupa opor mentok yg bersantan kental dengan cita rasa gurih.

Warung yg telah berdiri sejak 30 tahun dahulu terbukti bisa menjaga resep rahasia sehingga tidak jarang didatangi konsumen akan pejabat hingga rakyat biasa buat menikmati uniknya daging mentok.

Miftahul Ulum, misalnya, warga Desa Jogoloyo,  Kecamatan Wonosalam Demak ini mengaku hampir setiap beberapa pekan sekali menikmati kuliner di tempat favoritnya itu.

“Daging entoknya gurih dan empuk. Kalau di sini pasti pesannya rica-rica entok dan entok goreng,” kata Ulum yg sehari-hari mengajar matematika di SMKN 1 Sayung,  Demak, ketika ditemui KompasTravel, Sabtu (11/3/2017).

Ulum mengaku tidak jarang makan bersama keluarga maupun teman temannya terutama ketika libur akhir pekan. “Kalau ada teman dari luar kota ke rumah, pasti aku ajak ke sini. Teman-teman kuliah maupun SMA pada senang makan di sini,” ujarnya.

Tak perlu berkantung tebal buat dapat menikmati kuliner sedap ini. Cukup merogoh kocek Rp 15.000 kami dapat menikmati seporsi rica-rica entok.

Kalau ingin ditambah nasi dan segelas minuman cuma Rp 20.000. Sedangkan bagi seporsi opor entok cukup membayar Rp 12.000 serta sepotong entok goreng cuma Rp 10.000.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *