Presdir Baru Honda Indonesia Mengaku “Under Pressure”

By | March 17, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi mengganti pucuk pimpinannya di Indonesia, setelah dipegang Tomoki Uchida, sejak 2011 lalu. Uchida mulai kembali ke Jepang, dan bakal menangani urusan pengembangan produk Honda semua dunia.

Menyempatkan berbincang dengan presiden direktur baru, Takehiro Watanabe, dirinya menceritakan saat pertama kali diperintahkan pimpin Honda di Indonesia. “Kaget” adalah ekspresi yg ditunjukkannya saat surat penugasan tersebut sampai kepadanya pada 21 Februari 2017.

“Pada Februari lalu, aku dikabarkan bagi menjadi presdir di Indonesia dan ketika itu aku kaget (berakting seperti orang tecekik). Seperti aku katakan, di sini sangat panas kompetisi industri otomotifnya, dan aku mulai membuatnya tetap ‘hot’,” ujar Watanabe, Kamis (16/3/2017).

Selain kaget, pria yg menginjak usia 55 tahun ini juga mengaku merasakan tekanan hebat, dan beban yg terasa bertambah berat. Selain karena pasar yg cukup berbeda, dibanding dengan tempat sebelumnya, Honda di Indonesia milik segudang prestasi yg harus dipertahankan, selama lima tahun dipimpin Uchida.

“Saya merasa berada di bawah tekanan yg cukup tinggi, karena Uchida sudah bekerja dengan sangat baik, dan membuat Honda sangat kuat di Indonesia. Jadi tekanan dan tanggung jawab di bahu aku sangat besar,” tutur Watanabe.

Menjalani 26 tahun bersama Honda, beragam tanggung jawab diemban Watanabe, akan dari urusan logistik, produksi, penjualan, operasi luar negeri, sampai ke pengembangan produk. Wilayah yg pernah menjadi tempat penugasannya merupakan Amerika Serikat dan Meksiko.

“Saya pikir Meksiko dan Amerika berdasarkan pengalaman sangat berbeda dengan di sini. Indonesia pasar yg khusus, dan sangat ‘panas’ di Asia. Jadi akan sekarang aku harus berpikir keras. Kalau aku mampu bekerja baik, pasti mulai tinggal lama di sini,” tutur Watanabe.

Saat ini, Watanabe masih mengaku belum dapat berbicara mengenai strategi, terobosan dan langkah-langkahnya buat Indonesia. Dirinya masih harus terlebih dulu pulang ke Jepang dan kembali lagi pada April nanti, dan mengawal Honda di pameran Indonesia International Motors Show (IIMS) 2017 pertamanya di sini.

“Saya belum yakin, karena strategi saya, baru mulai muncul nanti. Paling tak aku mampu mempertahankan prestasi Honda di Indonesia,” ujar Watanabe.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *