Pemerintah Belum Siapkan Insentif Buat Mobil Perdesaan

By | March 13, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – Kementerian Perindustrian ketika ini sedang fokus pada pengembangan mobil desa. Selain mengutamakan komponen lokal yg mulai digunakan, rencananya juga mulai ada wacana mengenai pemberian insentif seperti yg ada pada mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC).

Menanggapi pertanyaan ini, I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Mesin, Alat, Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, menjelaskan, bahwa buat persoalan insentif ketika ini belum dibicarakan kelanjutannya.

“Insentif nanti kami bicarakan, tetapi ada rencana buat bikin. Sekarang lebih pada pengenalan mobil desa dahulu, kami kenalkan prototipenya,”kata Putu di Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Tujuan penting program mobil desa, kata Putu, adalah menggantikan kendaraan rakitan non-standar yg selama ini dibuat sendiri oleh para petani. Salah sesuatu contoh kongkret, adalah Grandong di Jawa Timur.

Terkait insentif, Putu melanjutkan, tak mampu disamakan posisinya seperti LCGC. Selain karena beda kegunaan dan fungsi, ada perbedaan asumsi antara mobil desa dan LCGC.

segalamesin.com Grandong, penggiling padi yg disulap jadi kendaraan berjalan.

“Gini, LCGC itu targetnya bagi membangkitkan industri komponen dalam negeri. Untuk mobil desa, asumsinya komponen dalam negeri itu telah ada dan tersedia, jadi kami buatkan kendaraan desa dengan maksud tujuan menolong masyarakat pedesaan memecahkan persoalan mobility mereka, karena itu namanya village mobility,” papar Putu.

Sedangkan mengenai target harga mobil desa sekitar Rp 60 jutaan, Putu cuma menjelaskan bahwa rencananya memang seperti itu. “Memang diminta seperti itu (Rp 60 jutaan), tetapi namanya kendaraan sederhana seharusnya memang harganya di sekitar itu,” ucap Putu.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *