Mobil Ramah Lingkungan Paling “Aneh” Di Geneva

By | March 11, 2017

Geneva, KompasOtomotif – Pameran otomotif kelas dunia, Geneva International Motor Show (GIMS) 2017, bukan cuma menampilkan mobil lansiran terbaru, konsep, atau teknologi terkini. Salah sesuatu pameran otomotif terbesar di dunia ini juga menjadi barometer seberapa sadar industri otomotif terhadap produk-produk ramah lingkungan.

Dalam perkembangannya, berbagai merek mobil akan berjuang sesuatu sama lain, buat memiliki penggerak dengan sumber alternatif (non-fosil). Saat ini dikenal dua teknologi masa depan, akan dari listrik, hybrid, dan hidrogen, tetapi seolah anti-mainstream, salah sesuatu peserta pameran, Dragonfly hadir dengan konsep berbeda dan seolah tanpa lawan.

Mengutip Carscoops, Jumat (11/3/2017), selain bentuknya yg “aneh”, kendaraan yg dikembangkan oleh Swiss Federal Institutes of Technology in Lausanne and Zurich, memakai teknologi kendaraan listrik bertenaga surya (termal). Tentu tujuannya juga mengatasi persoalan seperti perubahan iklim dan meningkatnya biaya energi.

Carscoops Mobil bertenaga surya dari Swiss.

Dragonfly memiliki berat 560 kilogram dan dengan sesuatu jam dijemur di bawah sinar matahari, mobil ini dapat menempuh jarak 4 kilometer (2,5 mil). Mobil ini menggendong baterai berbobot 35 kilogram, yg mampu menghasilkan 300 watt perjamnya, murni dari sinar matahari.

Secara keseluruhan, kendaraan ini juga memiliki thermic autonomy yg dapat menempuh 1.000 kilometer, terlepas dari keadaan cuaca (tanpa sinar matahari). Baterai juga dapat diisi ulang seandainya diperlukan.

Teknologi built-in dari Dragonfly ini dapat dipasangkan di segala macam kendaraan, di mana perusahaan mulai akan memproduksi massal tahun ini. Bagian ekterior Dragonfly mengadopsi bahan-bahan dari tumbuhan, memang penampilannya bukan yg utama, tetapi teknologi yg dimiliki patut buat diperhitungkan.

Carscoops Atap mobil Dragonfly.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *