Merasakan Kabin Senyap Toyota Sienta

By | March 13, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – Salah sesuatu poin utama yg dipetik pembaca KompasOtomotif dan Otomania.com dalam ajang Sunday Test Drive with Toyota All New Sienta, Minggu (12/3/2017), di kawasan SCBD, Jakarta, adalah kesenyapan kabin. Rata-rata tester mengakuinya, dan ini dapat menjadi poin penting.

Seperti yg dirasakan Hendry Widjaja, pembaca KompasOtomotif dan Otomania.com yg coba mengemudikan Sienta dua putaran di kawasan SCBD. Dirinya memberikan highlight buat kesenyapan kabin, karena buatnya, ini adalah kriteria penting membeli sebuah mobil.

Soundproof-nya baik sekali. Ini utama karena kan dua kali kami harus berbicara di dalam mobil dengan anggota keluarga. Nggak usah teriak-teriak,” kata Hendry yg berprofesi sebagai pengusaha makanan di Jakarta itu.

Otomania/Setyo Adi Sunday Test Drive bersama All New Toyota Sienta dan Otomania.com

Beberapa kali mobil melewati garis kejut dan jalan tak rata ketika menuju parkiran Lot 7 SCBD, namun Hendry tidak begitu terganggu dengan suara yg ditimbulkan. Kesenyapan kabin ini juga dikatakan Hendry mendapat dukungan dengan kenyamanan saat mengemudikan Sienta.

”Setir enteng, tetapi handling oke. Rem juga empuk dan pakem, apalagi ada ABS, jadi merasa aman. Pilar A yg sering menghalangi, yg ini tidak,” ucap Hendry.

Kendati demikian, ada salah sesuatu kekhawatiran yg terlontar, yakni ground clrearance yg kelihatannya rendah. Dia berharap tak ada polisi tidur yg ”tergaruk” seandainya membawa beban lebih berat. Hendry juga merasakan leg room yg kurang leluasa, terutama kaki kiri yg mentok konsol.

Unggul Sagena, pembaca KompasOtomotif dan Otomania.com yg juga menjadi tester dalam acara ini, mengamini soal kesenyapan kabin Sienta. Ketika duduk di kursi belakang, dia juga merasa tak ada yg perlu dikhawatirkan soal kuatnya peredaman suara pada mobil ini

”Saya membandingkan dengan MPV lain, ini salah sesuatu yg baik kesenyapan kabinnya. Tapi ya kalau mobil Rp 200 juta ke atas pasti diperhatikan (soal soundproof). Suara ban tak begitu terdengar, hanya jok paling belakang sering ada suara getaran kalau lewat jalan gelombang,” kata Unggul.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *