Menpar: E-Tourism Tidak Bisa Dihindari

By | March 14, 2017

BANDUNG, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penggunaan teknologi informatika buat memasarkan pariwisata Indonesia tak mulai dapat dihindari.

Dengan memanfaatkan teknologi informatika, Kementerian Pariwisata ketika tengah mencanangkan penggunaan e-tourism di semua travel agent.

“Sekarang 70 persen wisatawan termasuk turis memakai digital. Saya dorong anggota Asita kesana (menggunakan IT) karena nanti mati kalau tak memakai digital,” kata Arief Yahya kepada wartawan usai menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/3/2017).

(BACA: Dalam Sehari Gili Trawangan Dikunjungi 2.600 Wisatawan)

Menurut Arief, wisatawan ketika ini dipastikan berselancar di media sosial sebelum berwisata. Saat ini, 8 dari 10 penumpang internasional melakukan search, share dan booking lewat online.

“Rata-rata sumbangan online travel agent (OTA) terhadap tingkat hunian kamar di Kota Bandung sekitar 30 sampai 40 persen,” katanya.

E-tourism, lanjut Menpar, telah tidak mampu lagi dihindari segala pengusaha pariwisata. Pasalnya, internet ketika ini telah menjadi kebutuhan dasar manusia dalam mencari kemudahan. Selain itu, dengan sistem online mampu menekan biaya operasional.

(BACA: Ini Kalender Horas Samosir Fiesta 2017 buat Menarik Wisatawan)

Bahkan, sambung Arief, bagi mengetahui pergerakan dan perpindahan wisatawan mancanegara maupun wisawatan domestik, Kementerian Pariwisata ketika ini telah memakai sistem online.

Ira Rachmawati Wisata hutan pinus di Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jatim, cocok untuk wisatawan yg suka selfie.

“E-tourism harus men-transform life style pariwisata ini. Karena telecommunication, transportation, tourism memang harus mengikuti teknologi,” ungkapnya.

Arief tak memungkiri seandainya ketika ini masih ada orang yg membeli paket wisata secara manual.

“Nanti tak mulai ada yg tiba lagi ke travel agent secara manual. Pasar yg tadinya tiba manual mulai ganti dengan digital,” katanya.

E-tourism ini, tambah Arief, pada prinsipnya sama dengan travel agent manual yakni, mempertemukan antara wisatawan (buyer) dengan penjual (seller).

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *