Mazda Dan Nissan, Perkaya Teknologi Mesin Bensin

By | March 12, 2017

Tokyo, KompasOtomotif – Produsen mobil Jepang berlomba bagi meningkatkan efisiensi dan gas buang dari mesin bensin, demi status ramah lingkungan. Cita rasa “hijau” menolong mobil konvensional mereka bersaing dengan kendaraan listrik atau hibrida lebih menarik di mata konsumen.

Mazda Motor mulai tidak mengurangi teknologi variable displacement dan sistem mild hybrid, yg bakal disematkan di mesinnya ketika ini akhir fiskal 2017. Dua teknologi tersebut dipandang mulai meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 10 persen, mengutip Nikkei, Jumat (10/3/2017).

Kerja teknologi variable displacement, seandainya kendaraan melebihi kecepatan tertentu dan beban mesin berkurang, seperti ketika di jalan raya, beberapa dari empat silinder berhenti beroperasi bagi mengurangi konsumsi bahan bakar. Silinder ini mulai beroperasi lagi ketika beban mesin kembali naik. Rencananya teknologi ini bakal diaplikasikan pertama kali pada SUV andalan, CX-5.

Lalu buat sistem hibrida ringan, memakai motor listrik kecil, bagi mendukung mesin bensin mendorong saat kendaraan bergerak. Teknologi ini mulai diaplikasikan pada berbagai model mobilnya.

Baca juga : Toyota Bakal Punya Mesin dan Transmisi Baru 10-Percepatan

Nissan

Kemudian Nissan Motor yg sepertinya bakal memasang mesin turbo dengan variabel-kompresi baru, buat model high-end, Infiniti, pada 2018. Efisiensi bahan bakar mulai naik hingga 27 persen, bahkan memiliki perfoma baik pada putaran atas dan torsi bagi mesin empat silinder.

Suatu mesin biasanya memiliki rasio kompresi tetap sekitar 1:10 buat memampatkan campuran bensin-udara di silinder. Sementara mesin variabel-kompresi Nissan, mampu mengubah gerakan piston di pusat mati atas, dan mampu menghasilkan rasio yg berkisar antara 1:8 dan 1:14.

Rasio kompresi yg lebih tinggi, tentunya mulai meningkatkan efisiensi pembakaran, tapi juga mampu memungkinkan munculnya knocking atau ngelitik, di mana pembakaran yg terjadi abnormal, sehingga menyebabkan body vibrations (biasanya karena RON bahan bakar tak sesuai, pembakaran tak sempurna). Canggihnya, mesin variabel-kompresi baru ini mulai memilih rasio kompresi optimal, sambil menyeimbangkan konsumsi bahan bakar dan output.

Sebelumnnya ada Toyota, yg berencana bagi menghadirkan mesin yg mampu meningkatkan ekonomi bahan bakar sekitar 20 persen, bagi model-model bermesin 2.5L. 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *