Kumpulan Fakta “Mobil China” Wuling Di Indonesia

By | March 13, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – Industri otmotif yg dirundung kabut hitam di 2015, sempat diperparah dengan keputusan General Motors menutup pabrik perakitan Chevrolet Spin di Pondok Ungu Bekasi, Jawa Barat, akan Juni 2016 lalu. Tetapi, potensi Indonesia masih besar dibuktikan dengan masuknya investasi segar yang lain juga dari otomotif.

Kementerian Kerindustrian menginformasikan kalau investasi pabrik bagi produksi MPV di Indonesia, diestafetkan kepada perusahaan “saudara” SGMW Motor Indonesia melalui merek Wuling. Gelontoran investasinya juga tidak main-main, mencapai 700 juta dolar AS atau Rp 9,34 triliun.

Komposisi saham PT SGMW Motor Indonesia dikuasai SAIC, salah sesuatu perusahaan otomotif terbesar di China dengan kepemilikan saham 50,1 persen. Baru kemudian ada General Motors China sebesar 44 persen, dan sisanya Guangxi Automobile Group (Wuling) dengan 5,9 persen saham.

Fakta lainnya mengenai pendatang baru yang berasal China ini, mereka telah memastikan bakal memiliki pabrik seluas 60 hektar di Greenland International Industrial Center (GIIC), Block BA No 1 dan 2 Sukamahi, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, yg pembangunannya rampung tahun ini. Pembagiannya, 30 hektar buat pabrik, dan 30 hektar lainnya buat Supplier Park.

Nantinya, setelah resmi beroperasi, kapasitas produksi maksimal pabrik SGMW mencapai 150.000 unit per tahun. Pembangunan pabrik di Indonesia ini dianggap sebagai langkah strategis, di mana tak cuma bagi pasar dalam negeri, tapi juga menjadikannya basis ekspor buat pasar Asia Tenggara.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Wuling Hongguang S1 bersiap menyapa Indonesia pada 2017.

Berbicara produk, pihak SGMW menjanjikan kalau setelah pabriknya beroperasi, produk andalannya di segmen multi purpose vehicle (MPV), yg digadang-gadang menjadi penantang Avanza dan Xenia, mulai diperkenalkan tahun ini juga. Sampai ketika ini, pembangunan pabrik dikatakan sesuai dengan jadwal.

Perusahaan yg dipimpin oleh Xu Feiyun dalam struktur manajemen di Indonesia ini, berjanji membuka 3.000 lapangan pekerjaan. Ini terbilang cukup, bagi menutupi dosa General Motors yg sebelumnya harus merumahkan ratusan pekerjanya pasca-penutupan pabrik di Pondok Ungu.

Sampai ketika ini, pihak SGMW belum membuka keterangan mengenai tingkat kandungan lokal dalam negeri (TKDN) produk perdananya tersebut. Tapi yg jelas, Wuling Motors mengaku sudah bekerja sama dengan sekitar 20 produsen komponen lokal.

Kemudian, mereka juga membawa 15 pemasok komponen yg mulai menempati Supplier Park, yg lokasinya ada di kawasan pabrik sebagai strategi lokalisasi. Lalu di masa mendatang, Wuling mengaku mulai selalu melakukan kerja sama dengan lebih banyak produsen komponen lokal.

PIhak SGMW juga menjanjikan 50 diler telah dibangun dan tersebar di segala Indonesia, bersamaan dengan peluncuran produk baru. Strategi dikerjakan demi menepis stereotip negatif, yg telah melekat lama bagi merek China di dalam negeri, yg miskin jaringan layanan purna jual atau gerai.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *