Kawasaki Versys-X 250, Cocok Untuk ”Touring” Santai

By | March 6, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – Harus diakui, kelebihan Kawasaki Versys-X 250 adalah posturnya yg ”ramah” bagi pengendara dengan tinggi badan rata-rata orang Indonesia. Tak terlalu tinggi, juga sangat ringan bagi diajak bermanuver.

Selanjutnya, untuk yg butuh sepeda motor adventure dengan torsi dan akselerasi dahsyat, model ini tergolong cukup. Tidak kurang, juga tak lebih. Kendati mesinnya sama dengan Ninja 250, tetapi karakternya dibikin beda.

Motor ini baru menyalak kuat ketika jarum takometer memperlihatkan angka 3.500 rpm sampai 8.000 rpm. Jangan geber di bawah angka itu, karena harus bakal sulit bagi mendapatkan tenaga yg diinginkan.

Dibuat nanjak, adakalanya pengendara harus pandai mencari putaran mesin yg pas agar sensasi tenaganya makin terasa. Puncak performa memang disetel bagi putaran bawah-menengah, mengimbangi karakter motor adventure.

Buat berkendara santai saja motor ini cukup cocok. Tapi saat butuh akselerasi mendadak, pengendara harus ”mengurut” buat mendapatkan performa maksimal.

Untungnya, ada sisi fun to ride di motor ini. Kawasaki membenamkan assist & slipper clutch. Handel kopling pada tangan kiri sangat ringan ditarik. Mau memindah gigi turun juga tidak khawatir ban selip karena back torque.

Istimewa Test dire Kawasaki Versys-X 250 di Bromo.

Suspensi
Satu hal lagi yg bikin motor ini milik nilai lebih. Suspensi depan teleskopik 41 mm dan monosok di bekakang untuk KompasOtomotif mahir meredam getaran. Beberapa kali lubang sengaja diterabas, namun motor ini masih tergolong nyaman.

Tapi saat diajak melintasi jalanan pasir yg penuh gelombang di lautan pasir Bromo, di sinilah karakter keras suspensi belakang akan terasa. Tapi ini bukan kekurangan, karena komponen peredam kejut itu mampu disetel sesuai selera dan penggunaan.

Asyik juga ketika KompasOtomotif harus melaju kencang dahulu melewati gundukan pasir. Setengah terbang, tetapi saat landing, Versys-X 250 terasa tak liar. Buat harga Rp 70 jutaan, sepeda motor adventure ini dapat dijadikan alternatif penyuka touring dan petualang ringan yg ingin jalan lebih santai.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *