Efek Buruk Gunakan Standar Samping

By | March 7, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – Menggunakan standar samping pada sepeda motor memang lebih praktis dibandingkan standar tengah. Apalagi untuk kaum hawa yg biasanya ingin lebih cepat dan fleksibel.

Meski lebih gampang, namun bila menjadi kebiasaan dan selalu menerus digunakan ada efek yg merugikan. Mulai dari motor yg berisiko gampang jatuh sampai kebocoran oli pada suspensi.

“Potensi kerusakan memang ada, tetapi kurun waktunya cukup lama, tak dapat diprediksi. Penggunaan standar samping bikin keadaan motor miring ke sesuatu sisi (kiri). Meski motor tak digunakan, tetapi disadari atau tak posisi tersebut membuat beban untuk sok depan dan belakang,” kata Analys Technical Service Honda Sales Operation Jakarta Center, Rangga Noviar kepada KompasOtomotif dua waktu lalu.

Tekanan pada sok, lanjut Rangga, terjadi akibat posisi motor yg menyamping. Hal ini membuat sekitar 40 persen lebih beban motor ditanggung oleh sesuatu sok ketika sedang diam, bila dikerjakan secara terus-menerus memungkinkan terjadinya kerusakan pada sil sok yg membuat oli akhirnya bocor.

“Biasanya pada motor sport yg memang tanpa standar tengah. Kalau parkir di rumah atau lama tak digunakan, baiknya dikasih standar model paddock yg banyak di toko aksesori,” kata Rangga.

motorcycle MV Agusta Brutale 675, salah sesuatu model yg di-recall karena persoalan pada sekrup lengan ayun.

Selain kerusakan sok, kadang memakai standar samping tanpa disadari juga mampu membuat kualitas material ban menurun. Khususnya pada sisi sebelah kiri yg menjadi penahan bobot motor.

“Meski tak jalan otomatis udara di ban tetap tertekan ke sesuatu sisi, efeknya dapat bikin sisi ban sebelah kiri lebih cepat terkikis dari pada sisi kanannya,” ujar Ade salah sesuatu teknisi Planet Ban di kawasan Otista, Jakarta Timur.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *