Begini Isi Draf Revisi Regulasi Taksi “Online”

By | March 15, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi mengeluarkan kajian revisi Peraturan Pemerintah (PM) Nomor 32 Tahun 2016 mengenai taksi online. Total ada 11 butir regulasi baru yg fokus pada persoalan taksi online yg masuk sebagai angkutan sewa khusus.

Poin-poin revisi tersebut diambil atas saran dan masukkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari akademisi, organisasi, LSM, stakeholder terkait, dan komunitas.

Setelah ditampung, seluruh saran diolah menjadi sebuah bahan bagi penyempurnaan regulasi PM 32 Tahun 2016.

Berikut penjelasan 11 revisi taksi online yg bakal diterapkan :

1. Jenis Angkutan Sewa
Kendaraan Bermotor Umum yg memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) warna hitam cuma kendaraan angkutan sewa; Nomenklatur angkutan sewa khusus buat mengakomodir pelayanan angkutan taksi online.

2. Kapasitas silinder mesin kendaraan
Angkutan Sewa Umum minimal 1.300 cc; Angkutan Sewa Khusus minimal 1.000 cc.

3. Batas Tarif Angkutan Sewa Khusus
Tarif angkutan tertera pada aplikasi berbasis teknologi informasi; Penentuan tarif berdasarkan tarif batas atas/bawah; Penetapan tarif diserahkan sepenuhnya kepada Gubernur sesuai domisili perusahaan dan Kepala BPTJ buat wilayah Jabodetabek.

4. Kuota jumlah angkutan sewa khusus
Penetapan kebutuhan jumlah kendaraan dikerjakan oleh Gubernur sesuai domisili perusahaan; dan Kepala BPTJ buat wilayah Jabodetabek.

5. Kewajiban STNK Berbadan Hukum
Jika sebelumnya ketentuan STNK atas nama perusahaan, direvisi  menjadi STNK atas nama badan hukum. Selanjutnya STNK yg msh atas nama perorangan masih tetap berlaku sampai dengan habis masa berlakunya.

6. Pengujian Berkala (KIR)
Tanda uji berkala kendaraan bermotor (KIR) pertama semula dikerjakan dengan cara pengetokan, disesuaikan menjadi dengan pemberian plat yg di embose; Kendaraan bermotor yg paling lama enam Bulan sejak dikeluarkannya STNK tak perlu di uji KIR, mampu dengan melampirkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

7. Pool
Persyaratan ijin penyelenggaraan angkutan umum semula harus memiliki ‘pool’ disesuaikan menjadi memiliki/menguasai tempat penyimpanan kendaraan; Harus dapat menampung jumlah kendaraan yg dimiliki.

8. Bengkel
Dapat menyediakan fasilitas pemeliharaan kendaraan (bengkel); atau Kerjasama dengan pihak lain.

9. Pajak
Substansi bagi kepentingan perpajakan pada penyelenggaraan angkutan umum taksi online dikenakan terhadap perusahaan aplikasi sesuai usul dari Ditjen Pajak.

10. Akses Dashboard
Pokok bahasan Akses Dashboard yaitu ketentuan baru yg ditambahkan dalam revisi peraturan ini. Wajib memberikan akses digital dashboard kepada Dirjen Hubdat dan Pemberi ijin penyelenggaraan angkutan umum; Untuk kepentingan pengawasan operasional taksi online.

11. Sanksi
Pemberian sanksi dikenakan baik ke perusahaan angkutan umum maupun perusahaan aplikasi; Sanksi atas pelanggaraan perusahaan aplikasi diberikan oleh Menteri Kominfo dengan melakukan pemutusan akses (pemblokiran) sementara terhadap aplikasi sampai dengan dikerjakan perbaikan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *