3 Faktor Penentu Penjualan Motor Honda Tahun Ini

By | March 19, 2017

Jakarta, KompasOtomotif – Tahun ini, PT Astra Honda Motor (AHM) tidak mau muluk patok target. Direktur Pemasaran Thomas Wijaya hanya bilang, minimal sama dengan penjualan tahun lalu, yakni 4,4 juta unit. Market share juga tidak terlalu dikejar, karena seluruh kembali kepada pilihan konsumen.

Dari pernyataan yg dilontarkan Thomas, (17/3/2017), itulah, tergambar bahwa pasar sepeda motor di Indonesia bakal tetap kurang darah. Praktis produsen atau pemegang merek ketika ini harus adu pelayanan dan produk bagi mendongkrak lesunya pasar.

”Kondisi pasar ketika ini masih stagnan, meskipun ada faktor yang lain yg menunjang. Dilihat dari data beberapa bulan terakhir, motor matik mendominasi, 80 persen lebih. Sport agak turun di angka 10 persen, bebek juga turun menjadi 7 persen,” ujar Thomas.

Ada tiga faktor yg menurutnya bakal menjadi barometer penjualan motor di Indonesia tahun ini. Pertama, dampak ekonomi global. Kata Thomas, dua negara belum memperlihatkan perbaikan pereknomian yg menjadi pengaruh global.

”Misalnya, di Amerika belum jelas, malah dapat semakin memburuk. Eropa dnegan impact Brexit juga belum pasti. Ada pemilihan Perdana Menteri baru di Belanda, Perancis, jadi belum terlihat pihaknya ke mana. China belum recovery. Jadi situasinya belum menguntungkan,” kata Thomas.

Faktor kedua, adalah internal di negara Indonesia, termasuk investasi yg agak tersendat. Tidak banyak yg terealisasi, walau pemerintah telah mengajak investor buat menanamkan uangnya ke Indonesia. Lalu, cuaca yg menjadi persoalan besar.

”Segmen motor dari pertanian lumayan besar. Lebih dari 30-40 persen konsumen kita hidup dari pertanian. Kalau cuaca begini, gagal panen, sangat berdampak, terutama di Jawa. Walau pada kuartal pertama tahun ini cukup positif komoditi baik, termasuk di Sumatera dan Kalimantan,” ujar Thomas.

Ketiga, regulasi. Perubahan aturan pada lembaga pembiayaan, kenaikan BBN, biaya kepengurusan STNK dipastikan memukul mundur pasar sepeda motor.

”Upaya bertahan pasti ada, misalnya create dua gimmick untuk konsumen-konsumen yg menunda. Misalnya, lalau beli Skutik Beat gratis oli, dan sebagainya buat selalu mencari konsumen baru,” kata Thomas.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *