18 Raksasa Otomotif Kirim Surat Buat Trump

By | February 17, 2017

Washington, KompasOtomotif — Sebanyak 18 produsen mobil penting di Amerika Serikat (AS) mengirimkan surat kepada Presiden Donald Trump, memohon bagi melonggarkan peraturan terkait efisiensi bahan bakar yg berujung pada standar emisi, yg syaratnya mulai diperketat. Aturan ini muncul ketika Presiden Obama masih menjabat.

Mengutip Reuters, Kamis (16/2/2017), sebelumnya pada 2012, Obama mengumumkan sudah melakukan kesepakatan dengan para produsen mobil bagi meningkatkan standar konsumsi bahan bakar menjadi 54,5 mil per gallon (23,17 kpl) pada 2020-2025.

Kebijakan ini, menurut Environmental Protection Agency (EPA) AS, bisa menghemat konsumsi bahan bakar minyak sampai 1,7 triliun dollar AS. Namun, hal tersebut di sisi yang lain membebani para produsen mobil di AS dengan biaya tambahan bagi penelitian dan pengembangan produk baru sekitar 200 miliar dollar AS dalam 13 tahun ke depan.

EPA juga mendapat kewenangan buat mempertimbangkan dalam jangka menengah, sekaligus menetapkan pada April 2018, apakah target efisiensi konsumsi BBM kendaraan buat model produksi 2022-2025 dapat menembus standar 50 mpg (21,2 kpl). Ada upaya percepatan target yg dikerjakan EPA dengan harapan agar para pabrikan bisa memenuhi kesepakatan yg telah dikerjakan sebelumnya.

Para pabrikan tersebut meminta Trump buat meninjau kembali perihal tersebut. Pasalnya, ini mulai membebankan biaya kepada mereka, yg imbasnya adalah kepada konsumen.

Surat tersebut ditandatangani oleh CEO dari General Motor, Ford Motor, Fiat Chrysler Automobiles NV, bos tertinggi Toyota Motor Corp Amerika Utara, Volkswagen AG, Honda Motor, Hyundai Motor, Nissan Motor, dan merek lainnya.

Di dalam surat tersebut juga disebutkan, seandainya aturan baru terkait standar emisi dinaikkan, maka hal tersebut mulai mengancam tingkat produksi masa depan, yg bakal menempatkan ratusan ribu dan mungkin sebanyak sesuatu juta pekerja ke dalam risiko PHK.

Lukas Tonachel, Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam Amerika, bersikeras terkait dengan aturan itu. “Dengan melonggarkan aturan emisi, (efeknya) mulai membebankan konsumen biaya lebih serta meningkatkan ketergantungan kalian pada minyak, lebih parah lagi menempatkan Amerika pada risiko yg lebih besar dari sekadar perubahan iklim,” ujar Tonachel.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *